TANGERANG — Aktivis Muda Semprot DPRD Kabupaten Tangerang : Paripurna Aja Masih Bolong-bolong !!Aktivis muda Rio Putra Sadewa, melontarkan kritik sindiran terhadap Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kabupaten Tangerang, khususnya fraksi PDI Perjuangan, yang melontarkan narasi menyalahkan segala permasalahan kepada Bupati dan Wakil Bupati Tangerang.

Menurutnya, semua anggota DPRD harus mengambil peran dalam segala persoalan yang ada di masyarakat. Narasi yang beredar saat ini lanjutnya, tidak menjadi solusi dan terkesan hanya membuat kegaduhan.

Padahal DPRD sendiri dipilih oleh rakyat, untuk menjalankan peran mereka selaku fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang sangat menentukan arah kebijakan daerah.

“DPRD Kabupaten Tangerang harusnya berkaca internal mereka terlebih dahulu, masih banyak anggota dewan terhormat ini yang hadir semaunya saat rapat membahas berbagai persoalan soal rakyat,” ungkap Rio kepada awak media, Sabtu 21 Februari 2026.

Menurut Rio, yang merupakan mahasiswa Fakultas Hukum salah satu universitas di Kabupaten Tangerang itu mengatakan, penilaian bahwa dalam satu tahun kepemimpinan bupati dan wakilnya telah gagal menangani persoalan seperti pendidikan, tata kelola sampah, hingga pengangguran, merupakan pandangan yang tidak objektif dan cenderung menyederhanakan persoalan.

Rio menyebut, jika persoalan masyarakat di Kabupaten Tangerang itu kompleks dan tidak bisa dibebankan hanya kepada Pemkab semata. DPRD sebagai lembaga legislatif juga memiliki fungsi pengawasan, penganggaran, dan legislasi yang sangat menentukan arah kebijakan daerah.

Ia menegaskan bahwa dalam sistem pemerintahan daerah, DPRD bukan hanya pengkritik, melainkan mitra strategis pemerintah daerah. “Oleh karena itu, setiap permasalahan yang terjadi seharusnya menjadi tanggung jawab bersama, bukan saling menyalahkan” tegasnya.

“Kalau ada persoalan pendidikan, sampah, atau pengangguran yang belum terselesaikan, DPRD juga harus melihat sejauh mana peran mereka dalam mendorong kebijakan, pengawasan anggaran, dan keberpihakan terhadap rakyat,” tambahnya.

Rio juga mengingatkan bahwa kritik yang disampaikan oleh DPRD seharusnya bersifat konstruktif dan disertai solusi, bukan sekadar narasi yang berpotensi menimbulkan persepsi negatif di masyarakat.

Ia berharap ke depan, sinergi antara DPRD dan Pemkab Tangerang dapat lebih diperkuat demi menyelesaikan persoalan-persoalan mendasar yang dihadapi masyarakat.

“Masyarakat kabupaten tangerang butuh solusi, bukan konflik narasi. Jadi sudah saatnya semua pihak duduk bersama dan bekerja nyata”, ujar Rio